Maulid Nabi Ustadzah Nabila dan Fatimah Asegaf

 Kajian Ustadzah Nabila Asegaf dan Ustazah Fatimah Asegaf 

4 Oktober 2025


Pernahkah kita merasakan kasih sayang yg besar dalam hidup kita? Tentu saja pernah, yaitu saat kita mendapatkan kasih sayang dari orang tua kita. Tapi jauh dari itu semua, kasih sayang nabi Muhammad tidak terhingga dan tak tertandingi kepada umatnya.

Diriwayatkan dalam suatu hadist, beliau solat malam dan menghabiskan malam panjang dalam berdoa kepada Allah. Dan yang paling banyak disebut dalam doanya tersebut adalah umatnya.

Bahkan saat ajal menjemput, saat malaikat bertanya kepadanya, 'Ya Rasulullah kalau engkau berkenan kami cabut nyawa mu sekarang, maka kami akan cabut saat ini juga, tapi kalau engkau belum berkenan, maka hari ini kami hanya berkunjung kepadamu.'

Rasulullah tidak pernah takut akan kematian. Justru beliau sangat merayakannya, karena kematian dapat mempertemukan beliau dengan Allah yang selalu dirindukannya. Tetapi, satu-satunya hal yg membuatnya khawatir ketika meninggal adalah keselamatan umatnya.

Hingga beliau berkata, 'Kalau aku wafat, siapa yang akan berdoa untuk umatku?'

Dan saat itu Allah mengatakan bahwa Allah tidak akan pernah mengecewakan Nabi Muhammad bahkan saat di akhirat kelak.

Karena itu, kita harus yakin bahwa Allah tidak akan pernah mengecewakan kita karena kita adalah umatnya Nabi Muhammad.

Mungkin takdirnya sekilas membuat kita kecewa, tetapi bisa jadi nantinya hal itu justru menjadi perkara yang kita syukuri.

Ada kalanya Allah menghindarkan kita dari keburukan dengan hal yang mungkin membuatb kita sedih, tetapi percayalah bahwa suatu saat kelak, hal tersebutlah yang paling kita syukuri.

Jangan terlena akan dunia. Sesungguhnya kebahagiaan dunia hanyalah semu, tidak akan bertahan lama dan selalu tidak sempurna. Tidak ada bahagia yang sesungguhnya, kecuali Allah masukkan kita ke dalam surga.

Maka dari itu, susah payahlah demi meraih surga Allah. Tidak apa-apa jika lelah di dunia daripada nantinya lelah di akhirat.

Sayidina Anas pernah mengatakan saat ia masih kecil dan berkhidmat dengan Nabi Muhammad. Hidup bersama selama 10 tahun, tak pernah sekalipun Nabi memarahinya.

Bahkan saat ia pergi bermain bersama disaat Nabi sedang membutuhkannya, Nabi tidak berteriak untuk memanggilnya. Tetapi beliau meletakkan kedua tangannya di dua mata sayidina Anas lalu membawa kepala Sayidina Anas menempel di dadanya.

Saat itu Sayidina Anas berkata,

"Aku tidak pernah merasakan kelembutan yang lebih lembut dari tangan ini, dan aku tidak pernah mencium bau harum yang lebih harum dari pada tubuh ini."

Saat itulah Sayidina Anas tahu, siapa pemilik tangan yang telah menyentuh kedua matanya dan siapa pemilik tubuh yang sedang mendekapnya.

Baginda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.

Bayangkan betapa wanginya hatimu apabila ada Nabi Muhammad di dalamnya.

Diriwayatkan bahwa wajahnya Nabi Muhammad lebih indah daripada bulan purnama.

Bukankah itu adalah sesuatu yang harus kita perjuangkan untuk dapat memandangnya?

Memandang wajah nabi adalah syarat kita bisa selamat di akhirat, seperti yang tertulis dalam hadist, 'sungguh celaka bagi orang yang tidak dapat memandang wajah ini di hari kiamat.'

Orang yang bersama dan dekat dengan Allah akan menjadi kuat. Allah selalu bersama kita, kalau kita berada di jalan Nabi Muhammad 

Barangsiapa yang tawadu, maka Allah tinggikan derajatnya dan barangsiapa yang sombong maka Allah jatuhkan derajatnya.

Hindarilah sifat adu domba. Sebab orang yang suka adu domba artinya dia telah siap dengan Siska kubur.

Seperti diriwayatkan cerita ketika Nabi Muhammad melewati dua makam, beliau mendengar kedua mayit sedang disiksa bukan karena perkara yang berat, tetapi karena semasa hidupnya dia suka adu domba dan mayit yang lain tidak bersih dalam membersihkan hadas kecil.

Kemudian Nabi mengambil ranting pohon dan menanamkannya di atas makam keduanya, dan beliau berkata,

"Mudah-mudahan siksa kubur yang dialami keduanya menjadi ringan selama dahan pohon ini berdzikir kepada Allah." 

Karena itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad, bersabarlah. Seperti kata Nabi,

"Sabar-sabarlah kalian dalam menyelesaikan masalah di dunia sesuai Al-Qur'an dan hadist, aku menunggu kalian di telagaku."

Bukankah perjumpaan itu harusnya begitu kita nantikan?

Maka, untuk bisa berjumpa di akhirat, lakukanlah apapun sebagai bekal untuk bertemu dengannya.

Lakukanlah dengn tenaga, hati dan jiwa kita, serta harta kita, dan apapun yang kita miliki. Demi untuk bisa memandang wajah indah Nabi Muhammad.


Barakallahu fiik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana berakhlak kepada Allah

Patah (cerita pendek)

Berubah