Postingan

Cahaya dari Tarim

Masjid Istiqlal, 18 Oktober 2025 Bersama Hubabah Ummu Salim (Istri Guru mulia Habib Umar bin Hafidz  Dan Ustadzah Halimah Alaydrus  Dalam kajian kali ini, beberapa nasihat dari Hubabah Ummu Salim yang dapat diambil dan diamalkan adalah sebagai berikut: Apa yang sudah ditakdirkan terjadi maka akan terjadi Orang yang beriman adalah ia yang mencintai orang lain seperti ia tak mencintai dirinya sendiri. Kalian tidak dikatakan beriman jika kalian tidak saling sayang satu sama lain Bagaimana caranya agar bisa saling sayang? Yaitu dengan mengucapkan salam setiap bertemu. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh  Karena dalam salam tersebut ada kata Assalam, yaitu termasuk salah satu nama Allah. Saling mengucap salam artinya adalah menjaga, yaitu kamu selamat dari saya, kamu selamat dari keburukan saya. Orang yang mengucapkan salam kepada orang lain tidak akan gibah (gibahin orang tersebut), tidak akan marah, tidak akan zolim pada orang tersebut. Kenapa? Karena dengan memberik...

Maulid Nabi Ustadzah Nabila dan Fatimah Asegaf

 Kajian Ustadzah Nabila Asegaf dan Ustazah Fatimah Asegaf  4 Oktober 2025 Pernahkah kita merasakan kasih sayang yg besar dalam hidup kita? Tentu saja pernah, yaitu saat kita mendapatkan kasih sayang dari orang tua kita. Tapi jauh dari itu semua, kasih sayang nabi Muhammad tidak terhingga dan tak tertandingi kepada umatnya. Diriwayatkan dalam suatu hadist, beliau solat malam dan menghabiskan malam panjang dalam berdoa kepada Allah. Dan yang paling banyak disebut dalam doanya tersebut adalah umatnya. Bahkan saat ajal menjemput, saat malaikat bertanya kepadanya, 'Ya Rasulullah kalau engkau berkenan kami cabut nyawa mu sekarang, maka kami akan cabut saat ini juga, tapi kalau engkau belum berkenan, maka hari ini kami hanya berkunjung kepadamu.' Rasulullah tidak pernah takut akan kematian. Justru beliau sangat merayakannya, karena kematian dapat mempertemukan beliau dengan Allah yang selalu dirindukannya. Tetapi, satu-satunya hal yg membuatnya khawatir ketika meninggal adalah kesela...

Mengenal Rasulullah

Kajian Ustadzah Aisyah Farid binti Abu Bakar Depok, 15 Sept 2025 Kalau mau dapat syafaat, maka kita harus kenal dengan yang memiliki syafaat. Siapa? Baginda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wasallam  Orang yang mengharapkan syafaat Nabi itu harus dekat dengan Nabi Muhammad. Tidak bisa mendapatkan syafaat jika bisa tidak dekat dengan Nabi. Bagaimana caranya? Cara dekat dengan Nabi Muhammad yaitu harus dengan mengenal sosoknya. Dan salah satu upaya kita untuk lebih mengenal Nabi Muhammad adalah dengan menghadiri acara maulid Nabi Muhammad, yang dengan mudah kita datangi. Sebab, manusia itu ada yang hanya mengenal nabi hanya sebatas 'ya beliau cuma nabi' begitu saja. Tetapi manusia lain yang tercinta di sisi Allah, mereka mengenal nabi dengan seluruh keagungannya, semua akhlak dan sifat baiknya. Bahkan keindahan wajahnya walau hanya dari cerita. Sebab Nabi Muhammad adalah nabi yg paling mulia. Bahkan Allah memuji nabi yaitu memuji karakter kepribadian beliau di dlm Al-Qur...

Maulid Akbar Ustadzah Halimah Alaydrus

Depok Masjid kubah Mas 20 Sept 2025 Tak harus jumpa untuk bisa cinta, tetapi jika ingin jumpa maka kamu harus memiliki cinta. Cinta bukan turun dari mata lalu ke hati, tetapi yang benar adalah cinta datang dari hati lalu turun ke mata. Seperti cinta Sayidina Anas kepada Nabi Muhammad . Berawal dari betapa sering mendengar kisah tentang Nabi, bagaimana akhlak dan kepribadiannya, cinta itu datang dan menetap di hati Sayidina Anas. Hingga Allah membawanya bertemu kepada Nabi Muhammad. Hanya dengan melihatnya saja, cinta itu semakin besar. Bahkan beliau mengatakan bahwa hari dimana ia melihat Nabi Muhammad, adalah hari yang paling indah dalam hidupnya. Hari yang selalu ingin diingat dan tidak akan pernah dilupakan. Kenapa?  Karena Nabi Muhammad adalah seindah-indahnya manusia yang Allah ciptakan di muka bumi ini, akan menyejukkan mata bagi siapapun yang melihatnya. Kita sebagai umat akhir zaman tidak pernah bisa melihat wajahnya, bertemu dengannya dan tidak pula hidup bersama dengann...

Betapa Rasulullah mencintaimu

 Ustadzah Halimah Alaydrus  1 Okt 2025 Nabi Muhammad pernah mengatakan, beberapa hal yang nantinya langka di akhir zaman adalah 1. uang halal 2. Teman setia, semakin lama teman setia akan semakin berkurang. Karena sekarang banyak orang yang setianya hanya kepada kepetingan pribadi, kepentingan jabatan, ataupun uang. Betapa Rasulullah mencintai umatnya. Betapa setianya beliau kepada kita, umatnya. Saat Allah memberitahukan kabar buruk kepadanya mengenai kedua cucu beliau yaitu sayidina Hasan dan Sayidina husein akan meninggal diracun dan dipenggal, Rasulullah berkata 'Aku ridho pada apa yang telah engkau tetapkan ya Allah.' Tapi, saat Allah berkata bahwa Allah akan menerima taubat umatnya setahun sebelum kematian, Nabi Muhammad tidak menerimanya. Beliau meminta keringanan kepada Allah agar taubat umatnya diterima dengan waktu yang lebih dekat dengan kematian. Hingga Allah menguranginya dari setahun menjadi sebulan, seminggu, satu hari bahkan 2 jam. Namun Nabi Muhammad masih keb...

Bagaimana berakhlak kepada Allah

Kajian Ustadzah Fatimah Assegaf, 07 Juni 2025 Pernahkah terpikir bagaimana bersikap kepada Allah sebagai seorang hamba? Ketika kita berinteraksi dengan manusia, kita selalu berusaha menjadi yang terbaik di hadapan manusia lainnya. Menjaga adab dan akhlak kepada mereka, agar kita dapat diterima dalam lingkungannya. Lalu, pernahkah kita berpikir bagaimana adab dan akhlak kita kepada Allah? Tuhan yang menciptakan kita dan semua manusia di muka bumi ini? Sesungguhnya akhlak itu lebih utama daripada ilmu. Meskipun ilmu itu juga penting. Namun ilmu tanpa akhlak tidaklah baik untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan. Mengapa? Setan/iblis juga memiliki ilmu. Ilmunya begitu tinggi karena ibadahnya kepada Allah sepanjang tahun selama 3000 tahun. Namun karena rasa sombong (kurang baiknya akhlak, ia menjadi mahluk yang dimurkai oleh Allah SWT) . Untuk itu mengapa ahlak menjadi penting selain ilmu.  Sesungguhnya akhlak kita bersama diri kita sendiri. Baik atau buruknya ahlak, kita sendirilah yang...

Patah (cerita pendek)

Hai perkenalkan, namaku Meisya. Aku adalah seorang mahasiswi di Universitas bergengsi pada kota ku saat itu. Saat menjadi mahasiswa baru, yang menjadi titik fokusku saat itu adalah bagaimana caranya agar aku dapat lulus dengan cepat. Namun siapa sangka, aku justru tersandung dengan urusan cinta yang membuatku lulus lebih lama. "Meisya, lo ada salam," terdengar suara Reza teman sekelasku. "salam apa sih?" tanyaku malas "salam dari kakak tingkat kita, tuh orangnya," ucap Reza sambil menunjuk ke arah seorang laki-laki yang sedang berdiri 5 meter dariku. Lelaki yang menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna biru silver itu sedang menatapku kemudian ia tersenyum. entah apa arti senyumannya itu. Aku tertegun, wajahnya begitu tampan menurutku. Tubuh yang tinggi dengan model rambut comma hair serta bola mata hitam pekat. "Namanya Ervin, dia mahasiswa semester 5," ucap Reza lagi menjelaskan padaku Aku menatapnya sebentar lalu kembali melihat ke arah lelaki ...